Tuesday, May 31, 2011

gadis kecil yang SOLEHAH...

Oleh: Ummu Mariah Iman Zuhair

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya. Berkatalah ibu gadis kecil tersebut: Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.  

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang sholehah sejak kecil. Dia tidak pernah mahu mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.  Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. 

Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya.

Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma’ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya. Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka. 

Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:   Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: “Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!” Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak.

Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: “Mama, aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam.” Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.  

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan redha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut. Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. 

Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanser tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: “Sakit ringan di kakiku.” Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah.” Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kami pun membawanya ke rumah sakit. Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya.

Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.   Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanser di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata:   “Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah.”

Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: “Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku.”   Dia pun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!! Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para perawat, mereka pun menyatakan keislamannya!! 

Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah. Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: “Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku.”  

Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: “Apakah engkau seorang muslimah?” Dia menjawab: “Tidak.”   Afnanpun meminta kepadanya untuk pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar yang kosong. Doktor wanita itu pun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu doktor wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya. 

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada ubat baginya kecuali mengamputasi kakinya, kerana dikhawatirkan kanser tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya.  

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?” Maka dia mencuba untuk menenangkannya, bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: “Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna.” Temanku tersebut berkata: “Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatu pun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati.”

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanser telah menyerang paru-paru!! Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu’ dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!! 

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku. Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya. 

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang.

Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata:   “Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat.” Kukatakan: “(Mimpi) yang baik Insya Allah.” Dia berkata: “Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi.”  Akupun bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut.” Dia menjawab: “Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku.”

Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya. 

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: “Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu.” Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: “Aku ingin mencium pipimu yang kedua.” Aku pun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya.

Ibuku berkata kepadanya: “Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah.” Maka dia berkata: “Asyhadu alla ilaaha illallah.”   Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallaah.” Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.” Dan keluarlah rohnya.  

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil ‘aalamin. (AR)*     

sumber: majalah qiblati edisi 4 tahun 3

Monday, May 30, 2011

diri yang telah DIPINANG...

surat tawaran USIM

Bismillah...

Lebih kurang 3 minggu yang lepas, surat tawaran ini selamat smpai ke teratak tercinta. Fikiran jadi buntu, hati mula resah. Tak tahu nak buat keputusan macam mana. Direnung surat yang masih dipegang.

Ummi pesan, istikharah dulu mana yang baik. Ya, memang hati ni rasa nak terbang ke Timur Tengah je terus tapi itu kata hati yang masih perlukan bimbingan ALLAH. Sememangnya diri ini hambaNYA yang lemah, yang sentiasa memerlukan pertolonganNYA.

Beberapa hari, mengajak hati dan diri bermunajat meminta petunjuk agar memudahkan urusan. ALHAMDULILLAH, ALLAH itu MAHA PENGASIH, disaat hambaNYA ini amat2 memerlukanNYA, DIA dtg membantu. Semakin hari, semakin terasa USIM bukan tempat yang sesuai dengan diri ini.

Memang pada mulanya, hati agak tergugat bila dpt tahu pasal biasiswa yang bakal saya terima. Saat itu, hati berbicara sendiri " kalau pergi USIM, dekat dengan rumah, dapat biasiswa, kawan-kawan ramai dan banyak lagi kelebihan." Niat asal untuk menuntut ilmu semata-mata keranaNYA mula berubah. Faktor2 dan kelebihan2 lain mula menghantui diri. Astagfirullah.

Namun, bila kembali padaNYA. ALLAH lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk hambaNYA ini. Sedikit demi sedikit, disingkap hijab. Terasa tenang dengan keputusan yang bakal dibuat. Dengan nekad yang kuat, hati yang betul mengharap redhaNYA, tawaran USIM ditolak dengan baik.. Dah rasa mcm dipinang. =)

Ya, saya telah dipinang.. Dipinang oleh masa depan, bukan untuk diri semata tetapi untuk agama tercinta, ISLAM. Disaat pening-pening lalat memilih mana yang terbaik, ummi pun cakap, " kakak, ummi dlu tak terfikir pun nak smbg belajar mana-mana. Mungkin sebab orang dlu tak mementingkan sgt pelajaran nie. Ummi tak terdorong pon untuk sambung belajar" kedengaran nada penyesalan terbit dari bibir insan yang saya sayang ini.

Ummi pernah cerita tentang kehidupannya semasa belajar dahulu. Ummi ternyata seorang pelajar yang pandai dan terkenal di sekolah. Ummi pernah lompat kelas beberapa kali disebabkan kepintaran ummi. Namun, semangat ummi hilang apabila musibah menimpa ketika usia ummi menjangkau usia 17 tahun dengan kehilangan ayah tersayang. Mungkin disebabkan ini, ummi jadi terganggu. Usai SPM, ummi terus bekerja sebagai kerani.

Terbit di hati, perasaan bersyukur kerana masih diberi ruang oleh ALLAH untuk terus menimba ilmu dibumiNYA ini. Malah menjadi buntu untuk membuat pilihan lantaran banyak twran yang diterima. ALHAMDULILLAH. ALHAMDULILLAH. ALHAMDULILLAH. Nikmat yang paling berharga. Ya ALLAH, jadikan aku hamba yang sentiasa bersyukur..Ameen..

{Boleh jadi kamu benci kpd sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jua Yang Maha Mengetahui (semua itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.} Al-Baqarah (ayat 216)

p/s : Terima kasih buat ummi,ummi,ummi, abi, saudara mara serta shbat2 yang membantu diri ini memberi idea dan pendapat. Kata-kata semangat dari kalian amat2 berharga. Doakan moga cita-citaku tercapai demi menggapai redha ALLAH..

Thursday, May 26, 2011

Perginya DIA yang aku sayang !!!!!

Bismillah...

Saya mulakan kalam dengan nama Allah,moga sama-sama kita peroleh hidayah dan maghfirahnya..ameen..

Setelah lebih kurang seminggu, hati ini memendam perasaan. Menanggung rasa kehilangan tanpa berkongsi dengan sesiapa. Mengharap pertolongan Allah datang menyapa. Meredhakan apa yang telah terjadi. Membiarkan semua berlalu pergi. Alhamdulillah, ketenangan yang diharapkan masih tersisa.

Tanggal 13 Mei 2011, seorang insan yang amat saya sayangi pergi mengadap ILAHI. Berstatuskan moyang. Mengharungi kehidupan hampir menjangkau usia 100 tahun. Pada insan lain, mungkin pemergian insan berstatus "moyang" ini nampak biasa, namun, tidak pada saya. Kenapa? Sebab insan ini adalah asbab saya lahir kedunia dengan didikan dan asuhan agama.

Insan ini begitu berharga. Peranannya dalam kehidupan abi dan seterusnya saya, amat besar. Abi dibesarkan dengan didikan dan asuhan insan ini. Semenjak dilahirkan, abi tinggal dengan nenek merangkap moyang saya ini. Abi dibesarkan dengan penuh kasih syg oleh tok ayoh (pggilan untuk moyang L) & nye (pggilan untuk moyang P). Sejak kecil, abi terdidik dengan ajaran agama. Memandangkan arwah tok ayoh merupakan tok guru (guru agama) dikampung, sedikit sebanyak faktor ini mempengaruhi minat abi dalam ilmu agama.

Hasil kasih syg dan didikan yang berharga ini, kini abi lahir sebagai insan berguna buat masyarakat. Segala penat lelah, susah payah dan keperitan yang ditanggung selama tempoh membesarkan abi terubat dengan gelaran Al-Hafiz yang diraih abi.

Apa yang membuatkan hati ini sayu, insan ini pergi bukan dalam pangkuan saya. Setelah pulang dari Kuala Lumpur, 2 hari kemudian beliau menghembuskan nafas terakhir. Khabar diterima dengan ucapan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saat ummi sampaikan khabar perginya insan ini, tangan terus memegang rantai yang tergantung di leher. Rantai ini pemberian dan kepunyaan beliau. Hampir setahun, rantai ini tergantung dan insyallah, akan terus tergantung hingga nafas terakhir saya.

Terimbas kembali detik-detik beliau menyerahkan rantai ini. Disuruhnya saya menanggalkan rantai ini dari lehernya. Saya tanpa memikirkan apa-apa terus menurut kehendak beliau. Menanggalkan dan menyerahkan kembali kepada beliau. Namun, sebelum pulang, beliau menarik tangan saya dan terus menyerahkan rantai ini ke dalam genggaman saya. Pada mulanya, saya menolak tapi akhirnya saya mengalah kerana didesak beliau.

"Nye doh lamo niak nok bui ko kak, ambik kak..Jage tolok" (nye dah lama niat nak bagi dekat kakak,amik kakak,jgn tolak).. Kata-kata ini buat hati saya tak snggup menolak. Akhirnya saya menerima, dan rupanya, ini pemberian terakhir beliau pada saya. Apa yang membuat hati ini bertambah sedih,dalam ramai-ramai cucu dan cicit yang dimilikinya, hanya saya yang menerima pemberian dari beliau.

Detik pemergian beliau, amat-amat baik dan tidak keterlaluan jika saya katakan insan ini pergi dengan husnul khatimah. Beliau menghembuskan nafas terakhir selepas solat jumaat dalam pangkuan nenek saya yang kebetulan berada disitu. Sambil mulut mengucapkan kalimah ALLAH. Masyallah, Allahuakbar!!! Moga "perginya" saya nanti juga dalam keadaan begitu atau lebih baik..ameen

Saat menatap wajah beliau untuk kali terakhir, terasa bagai beliau sedang berada di alam mimpi. Wajahnya putih bersih, senyuman yang tidak lekang,tampak berseri dengan nur. Moga ini khabar baik buat kami, tanda ALLAH meredhai insan ini..ameen. Dicium bekali-kali wajah itu, agar terlepas beban rindu. Dan untuk kucupan terakhir sebelum beliau disembahyangkan, hanya kalimah "terima kasih" yang mampu saya ucapkan pada beliau sebagai tanda syukur dan berterima kasih pada DIA, insan berjasa.

Setiap kali balik ke kampung, cucu-cucu dan cicit-cicit yang lain pasti akan mencemburui saya. Nak tahu kenapa? sebab, saya cicit kesayangan. Dan saya tak menafikan. Ya, saya cicit kesayangan. Tetapi, saya tak pernah terniat untuk mengambil kesempatan diatas "kelebihan" yang diberikan. Hanya niat dihati, biar kasih dan sayang yang dicurahkan beliau tak menjadi sia-sia dan hampa. Saya berusaha jadi insan berguna. Saya tak punya harta untuk diberikan. Hanya punya doa yang mampu untuk diberikan tanpa henti.Insyallah.

Dari Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda,
 
"Apabila seorang anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang mendoakan orang tuanya". (Riwayat Muslim)

Moga saya juga tergolong diantara "anak yang soleh" dalam hadis Nabi ini. Kerana, kewujudan saya kedunia ini juga berasal dari benih beliau. Semoga hadiah "anak soleh" ini dapat menyelamatkan beliau dari seksa kubur, memudahkan hisab, memantaskan laluan di titian sirat dan terus smpai ke syurga yang diidamkan. Walau hakikat, saya tidak lah terlalu solehah. Semoga ALLAH menerima doa saya untuk beliau dan tidak tersingkap dek dosa-dosa saya yang menggunung. Ameen.

Nye, moga dirimu tenang disana.. Tunggu diri ini, kerana aku bakal menyusulmu...Salam sayang dari cicitmu tersayang..~kakak~




bergambar dengan hadiah raya terakhir dari kami... senyuman itu,akan sentiasa aku rindui!!!


Sekalung Doa Buatmu...



Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur

dan berbuat baik kepada ibu dan bapa, dan berwasiat agar kami
menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidiki kami
sewaktu kecil.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan
redhailah mereka.

Ya Allah ampunilah mereka dengan keampunan menyeluruh yang dapat
menghapuskan dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang
terus menerus mereka lakukan.

Ya Allah, berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka
kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan
pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.

Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-
siakan kerana sibuk mendidik kami.

Maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu kerana
mengutamakan kami.

Maafkanlah mereka atas segala syubahat yang mereka jalani dalam usaha
menghidupkan kami.

Ya Allah berilah mereka bagian ganjaran dari ketaatan yang Engkau
hidayahkan kepada kami, kebaikan yang Engkau mudahkan bagi kami, dan
taufiq yang telah mendekatkan kami kepada-Mu.

Dan jangan bebankan kepada mereka segala dosa dan kesalahan yang
kami lakukan dan tanggungjawab yang kami emban. Dan janganlah
tambahkan dosa kami ke atas dosa mereka.

Bagi nenek moyang kami yang telah meninggal, berikanlah mereka
rahmat yang menerangi pembaringan mereka di kubur dan rahmat yang
menimbulkan rasa aman ketika manusia merasa ketakutan saat
dibangkitkan.

Ya Allah lemah lembutlah kepada mereka yang berbaring di kubur
dengan kelembutan yang melebihi sikap lembut mereka kepada kami di
masa hidup mereka.

Ya Allah janganlah sampaikan kepada mereka berita tentang kami yang
mengecewakan mereka, dan jangan bebankan dosa-dosa kami kepada
mereka.

Jangan hinakan mereka di hadapan pasukan kematian dengan perbuatan-
perbuatan hina dan mungkar yang kami lakukan.

Senangkanlah arwah mereka dengan amal-amal kami di tempat pertemuan
para arwah, ketika orang yang saleh bergembira dengan putera-puteri
mereka yang sholeh. Janganlah jadikan mereka ternoda oleh perbuatan
buruk kami.

Ya Allah jadikanlah kami penyejuk hati mereka pada hari berdirinya
para saksi. Dan jadikanlah mereka orang-orang yang paling cemburu
dengan keberhasilan anak-anak mereka hingga Engkau kumpulkan kami,
mereka dan segenap kaum Muslimin di negeri kemuliaan-Mu, tempat
menetapnya rahmat-Mu, dan tempat para wali-Mu bersama orang-orang
yang Engkau beri kenikmatan,

Yaitu, para nabi, shiddiqin, syuhada dan solihin, mereka itulah
sebaik-baiknya teman.

Demikianlah kurnia dari Allah dan Allah cukup mengetahui. Selawat
dan salam semoga dilimpahkan Allah kepada junjungan kami Nabi Muhammad
S.A.W, keluarga dan para sahabat baginda.
Walhamdulillahi Rogbbil `Aalamin. Amin

Wednesday, May 25, 2011

Rintihanku



Jauh Perjalanan
Telahku Jelajahi
Membawa Seribu Impian
Berbekal Pengalaman
Mampukah Aku Melangkah
Menuju Satu Daerah
Masihkah Ada
Sinar Yang Menanti

Masa Dijanji Pasti Tiba
Ku Kan Dijemput Ke Sana
Bimbang Langkah Ku Terhenti
Ku Terpaut Dipersimpangan
Tak Inginku Mengngati
Detik Hitam Semalam
Tinggallah Semua
Jadi Kenangan

Keranamu Kan Ku Gagahi
Untuk Terus Sisa Hidup Ini
Biar Ku Tebus Segala Dosa
Selagi Jasad Bernyawa

Leraikanlah Rasa Hatiku
Padaku Hanya Engkau Yg Satu
Belum Pernah Ku Terasa
Hebatnya Cintamu

Sungguh Kau Lebih Mengerti
Apa Tersirat Di Dalam Diri
Ku Mohon Rasa Kasih Yang Abadi

Jujur Ikhlaskah Hati Ini
Menyintai Mu Sepenuh Hati
Ataukah Sekadar Bila Diuji
Rahmat Dan Kasihmu Tiada Sempadan
Biarpun Jiwa Dalam Kelalaian
Dihasut Dengan Pelbagai Godaan

Album : Rindu Kekasih
Munsyid : ASSAUFEE
http://liriknasyid.com

Mentari Hidup



Kala senja itu tiba
Kutermenung sendirian
Terasa diriku ini jauh dari rahmat Tuhan
Dosa yang aku lakukan
Menerjah ruang fikiran
Masihkah ada untukku keampunan

Gelap rasa dunia ini
Tanpa cahaya Ilahi
Baru kini kusedari
Jalan yang aku lalui
Memusnah pedoman hidup
Melempar hatiku ini ke lembah kehinaan

Dalam kegelapan itu
Terbit cahaya dari-Mu
Memandu hamba-Mu menuju iman
Menginsafi diri dengan ketaqwaan dan kesabaran

Kau terangi jalanku menuju syurga-Mu
Dan Kau tunjuki dengan hidayah-Mu
Hanyalah pada-Mu kuhadapkan diri
Mohon keampunan

Wahai Yang Maha Pengasih
Bantulah hamba-Mu ini
Yang kian terumbang-ambing
Di dalam arus duniawi
Kuberdoa kepada-Mu
Memohon limpah rahmat-Mu
Mentari hidupku kan bersinar kembali
 
Album : Erti Pengorbanan
Munsyid : Haikal
http://liriknasyid.com

Tuesday, May 24, 2011

MEMORI UKHUWAH FILLAH...part 3

Sambungan...

Semakin hari, semakin ramai insan-insan yang hebat mula saya kenali. Memulakan persahabatan dengan kalimah bismillah. Berjuang bersama dalam dunia kepimpinan di Maahad. Bersama-sama mengenali dunia tarbiyah dan dakwah.
Azi, Iz, Sarah, Ya dan Zid, masing-masing memiliki keperibadian tersendiri. Azi, tempat diri ini meluahkan segala masalah,duka,suka,resah,gundah dan segala mcm rasa dihati. Hampir tiada rahsia antara kami. Yang pasti, setiap kali saya ke Kelantan, Azi mesti minta saya ikut balik rumah. Saya amat mengagumi insan ini. Nak tahu kenapa??!! Erm,sebab Azi banyak ilmu dan thaqofahnya yang tinggi. Rasa rendah diri kalau duduk borak2 dgn Azi nie. Kalau dah jumpa, mesti byk cerita yang akan kami kongsikan bersama. Masyallah, terlalu merinduimu, sahabat Fillah.. Moga impianmu tercapai,dan tabah menghadapi ujian hidup buatmu..

Izdihar... Anak bongsu dlm keluarga dan automatik menjadi "adik bongsu" untuk kami. Susah betul melayan "adik" sorang nie. Apabila kakak sulung (saya) jumpa dgn adik bongsu (iz), memang akan mencetuskan suasana yang memeningkan kepala sahabat lain. Mula mengenali Iz, masa form 3 tp tak rapat serapat sekarang sebab masa tu Iz baru masuk sekolah dari Maahad Muhammadi Pasir Pekan. Iz memang lain dari yang lain. Memang "penat' melayan "adik" yang banyak kerenah nie.hehe.Tapi kadang-kadang best jugak. Bila dah terpisah dek jarak nie, mula rindu menyapa. Moga ikatan ini sentiasa mendapat rahmat dr Ilahi. Iz, terima kasih kerana masih mempercayai diri ini. Iz, segala kenangan kita sentias terpahat dihati. Maafkan diri ini andai pernah mengguris hatimu..

Setiausaha asrama menjadi taklifat diri. Seorang yang agak serius dalam bekerja. Orangnya tinggi lampai. Roommate yang baik. Sarahlah insan yang menitiskan air mata dikala penyakit saya tiba-tiba menyerang sebelum dibawa ke hospital. Sarahlah yang selalu support kalau penyakit "tension" study tiba2 bertamu. Sarahlah yang selalu jadi "penyokong" saya dalam bilik. Kami sefikrah. Apapun yang kami lakukan biasanya pasti akan ada keserasian. Faktor ketinggian tidak menjadi masalah. Apa yang penting, kami sehati sejiwa. Huhu.. Saya sayang Sarah!!!!

Secomel ni, nama dia Alyani. Saya panggil Ya. Best student skolah. Walaupun kecik, tapi sekali berkata-kata pasti tiada yang mampu bersuara. Karakter diri yang tegas, menyebabkan tak ramai yang berani memdekatkan diri. Hanya yang mengenali dan memahami yang boleh "masuk" dengan Ya nie. Menyandang jawatan Penolong Ketua Pelajar,bukan penghalang bagi insan ini bergelar pelajar cemerlang. Apa yang istimewa tetang Ya nie, Ya tak kedekut ilmu. Sentiasa sharing. Ya antara insan yang pernah menabur jasa buat diri ini. Ya, thanks sebab sanggup berjaga malam ajar addmate. Thanks sebab sanggup bagi tumpang rumah. Thanks sebab sanggup menerima diri ini seadanya. Thanks sebab selalu menyedarkan diri ini disaat lagha (lalai). Thanks sebab dah ajar ilmu kehidupan pada diri ini. Ya, walau apa pun yang terjadi...Kita tetap bersahabat sampai ke syurga..

Pinky girl nie nama dia, Zid. Zid memang seorang yang lemah lembut. Kalau jumpa, mesti dia akan peluk saya. Zid,rindu pelukan awak..=). Zid seorang yang agak sensitif. Berpenyakit. Tapi,insyallah dengan kekuatan ukhuwah yang kita bina mampu menguatkan Zid..insyallah,sama-sama doa. Dulu memang kami tak pernah rapat dan kenal. Hubungan ini pun pada saya, agak mustahil untuk terjalin. Kenapa? Sebab kami tak pernah sekelas, terserempak pun jarang, bertegur sapa lagila susah. Namun,kuasa ALLAH tak siapa yang tahu. Akhirnya hubungan persahabatan kami terjalin bahkan sentiasa disirami kehangatan rindu dan cinta yang tidak pernah luntur. Cinta saya buat Zid dan sahabat-sahabat yang lain tidak pernah pudar. Zid, saya sentiasa ada untuk Zid. Andai Zid dibuang jauh, yakinlah, kami akan tetap menemani dan bersama Zid.



Azimah Hanun...Rahsiaku,rahsiamu..rahsiamu,rahsiaku!!!hehe



Nur Izdihar..Sahabat tempat bergaduh..huhu
 
 

Siti Sarah..Sahabat tempat bermanja..=)
 


Wan Alyani..Sahabat & teman yang memahami..

 


Zidni Nuran..Kelembutanmu menjadi kerinduan...
 Ada sambungan lagi...
Nak tahu, kena tunggu...=)
Wassalam..

Sifat Wanita Yang Keji

1. Al -Anaanah:
Banyak keluh kesah, selalu merasa tak cukup, apa yang diberi semua tak cukup.
Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan
suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami.


2. Al-Manaanah:
Suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yang dia tak berkenan maka
diungkitlah segala hal tentang suaminya itu.

3. Al -Hunaanah:
Ingin pada lelaki yang lain. Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan
suami/lelaki lain. Tak redha dengan suami yang ada

لَوْ كَانَ بَيْنَنَا الْحَبِيبْ




لَوْ كَانَ بَيْنَنَا الْحَبِيبْ 
Kalaulah kekasih itu (Nabi) ada di sisi kita (zaman kita), …

لَدَنَى الْقَاصِي وَالْقَرِيب 
nescaya yang jauh dan dekat akan menghampiri…

مِن طَيْبَةَ قَبْلَ الْمَغِيبْ 
Thaybah (Madinah) sebelum kematian mereka.

طَالِبًا قُرْبَ الْحَبِيبْ 
Demi memohon supaya didekatkan dengan Nabi.

بِقُرْبِهِ النَّفْسُ تَطِيبْ 
Dengan mendekatinya jiwa ini akan menjadi baik …

وَتَدْعُو اللهَ يُجِيبْ 
dan menyeru Allah supaya menjawab (baginya).

أَنوَارُ طَهَ لاَ تَغِيبْ 
Segala cahaya Thoha (Nabi) itu tidak akan lenyap.

بَلِّغْنَا لِقَاهُ يَا مُجِيبْ 
Sampaikan kami bertemu dengannya wahai Maha Penerima doa.

فَذَكَّرُوا فِيَ الْحَبِيبْ 
Maka ingatlah aku ini wahai kekasih (Nabi).
مُحِمَّدٌ مُكْرِمَ الْغَرِيبْ 
Iaitu engkaulah wahai Muhammad yang memuliakan orang asing.

 بِقُرْبِكَ الرُّوحُ تَطِيبْ 
Dengan mendekatimu, roh ini akan menjadi baik. 

يَا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينْ
Wahai rahmat ke seluruh alam

 

p/s : Menanti dengan sabar, moga KEKASIH sudi bertandang di alam mimpi... 
       Ya ALLAH, perkenan dan kabulkanlah..ameen

Saturday, May 21, 2011

siapa ZINNIRAH ...?

Segala puji-pujian kpd Rabbul 'Izzati. Selawat dan salam buat junjungan mulia,kekasih ALLAH.

Zinnirah, seorang wanita mulia menjalani kehidupan beragama Islam dengan penuh ujian dan cabaran yang semakin meneguhkan keimanan kepada Tuhan. Segala penyiksaan yang telah dihadapinya sedikit pun tidak menggugat keimanan pada Sang Pencipta. Malah, Zinnirah mengharungi dengan penuh kesabaran dan redha pada Allah.

Beliau hidup dizaman Rasulullah dan merupakan hamba kepada Abu Jahal. Sebelum memeluk Islam, Zinnirah merupakan hamba yang sangat disayangi Abu Jahal kerana ketaatan dan sikap rajin yang terserlah dalam diri Zinnirah. Zinnirah setia menurut segala perintah tuannya. Abu Jahal tidak membenarkan sesiapa pun merampas Zinnirah dari hidupnya.

Setelah Islam mula terserlah, Zinnirah tidak terkecuali menjadi salah seorang insan pilihan ALLAH untuk menerima nur Islam. Keislaman Zinnirah telah merubah dirinya menjadi lebih baik. Zinnirah berusaha menjadi pengikut yang baik. Sikap Zinnirah terhadap Abu Jahal semakin berubah. Zinnirah lebih selesa menyendiri dan  menjauhi Abu Jahal. Abu Jahal mula meragui Zinnirah.

Keislaman Zinnirah akhirnya diketahui oleh tuannya, Abu Jahal sedikit demi sedikit. Rasa sayang pada si Hamba kian luntur lantaran kebenciannya pada agama Islam. Pada suatu hari, Abu Jahal memanggil Zinnirah dan bertanya akan kepastian mengenai berita keislamannya. Zinnirah tanpa sedikit keraguan dan ketakutan membenarkan berita yang tersebar bahawa dirinya kini sudah menjadi pengikut Muhammad Alaihissalam. Abu Jahal berkata ' Jika engkau meninggalkan ajaran baru ini, aku akan bebaskan engkau.' Sebaliknya Zinnirah menjawab ' Aku tetap berpegang dengan ajaran agama Muhammad kerana ia agama yang benar.'

Kemarahan Abu Jahal semakin memuncak apabila Zinnirah enggan meninggalkan agama Islam, lalu Serikandi  mulia ini dirotan dan dipukul dengan keras. Tubuh badan beliau luka-luka dan berdarah. Zinnirah terus didera dan diseksa sehingga beliau jatuh pengsan dan tidak sedarkan diri.

Suatu hari, Zinnirah didatangi oleh Abu Jahal. Abu Jahal masih menginginkan Zinnirah pulang kepada ajaran nenek moyangnya, namun Zinnirah tetap berpegang teguh dengan ajaran Islam. Beliau masih enggan kembali kpd ajaran nenek moyangnya dan hanya berkata ' Ahad..Ahad..Ahad..' smbil mengeleng-ngeleng kepala. Sekali lagi, Zinnirah diseksa keras. Keimanannya dihati sedikit pun tidak lemah selemah tubuhnya.

Abu Jahal telah mengundang beberapa orang pimpinan kaum Quraisy ke rumahnya. Kemudian ia bertanya, 'Wahai saudara-saudaraku, adakah engkau mempercayai ajaran Muhammad?' Mereka semua menjawab dengan angkuh, 'Tidak sama sekali.' Abu Jahal berkata kepada Zinnirah.'Wahai Zinnirah! Kami adalah pemimpin kaum Quraisy, kami lebih pintar, kami lebih mengenali Muhammad daripada kamu. sudah jelas buatmu mana yang lebih benar, kami atau Muhammad?'

Seabagai seorang wanita, Zinnirah tidak berdaya untuk melayani sikap pemimpin-pemimpin Quraisy tersebut.. Dia hanya menyebut Asma' Allah yang Suci. Abu Jahal marah, lalu memukul Zinnirah dengan sebatang kayu dikepala. Zinnirah tidak dapat menahan kesakitan. Urat saraf dikepalanya putus dan telah mengakibatkan buta. Meskipun tubuhnya lemah, Zinnirah tetap beriman kepada Allah. Dia menyerahkan segala-galanya hanya pada Allah dan berdoa ' Ya Allah, kuatkanlah keimanan hambaMu yang lemah ini.'

Pelbagai usaha dilakukan Abu Jahal untuk memujuk Zinnirah kemabli kepada ajaran nenek moyang mereka. Kekerasan dan penderitaan yang dikenakan langsung tidak berhasil. Abu Jahal akhirnya memujuk  dengan lembut dengan berkata ' Kembalilah menyembah Latta dan Uzza, wahai Zinnirah. Janganla engkau menuruti hatimu sendiri.' Zinnirah pun berkata ' Aku tidak akan kembali menyembah batu-batu yang tidak bernyawa itu. Jika Allah menghendaki, mudah sahaja bagiNYA memulihkan penglihatan ku'.

Abu Jahal kecewa. Dia menyuruh pelayannya mendera Zinnirah dengan keras. Dan dengan izin Allah, kedua mata Zinnirah pulih dan dapat melihat kembali setelah dipukul berkali-kali. Kejadian yang aneh itu telah mengejutkan semua orang. Abu Jahal yang angkuh berkata ' Ah! ini semua sihir dari Muhammad.' Zinnirah mengucapkan hamdalah atas nikmat kurniaan Allah ini pada nya.

Penderitaan yang ditanggung Zinnirah berakhir apabila Sayyidina Abu Bakar menebusnya dengan harga yang mahal. Kekecawaan Abu Jahal telah membuatnya rela melepaskan Zinnirah setelah pelbagai usaha dilakukan, namun sedikit pun tidak berjaya.

Gembiralah hati wanita syurga ini kerana penyiksaan telah berakhir. Zinnirah hidup seiring dengan wanita sezamannya merima pengajaran-pengajaran daripada Rasulullah dengan tenang dan aman.



Wednesday, May 18, 2011

MEMORI UKHUWAH FILLAH...part 2

Sambungan...

Memori ukhuwah masih tersemat kemas dihati ini. Sinetron ukhuwah masih terus berjalan. Hubungan saya dgn Izzati semakin rapat. Orangnya baik sgt dan amat2 memahami. Hati dah mula rasa seronok duduk dalam kelas sebab dah ada kawan. Masa form 1 ni, memang tak ramai kenal dengan kawan kelantan. Majoriti kawan saya semua budak luar kelantan, Syahida = Pahang, Farzana = Selangor, Munirah = Selangor, Aimi = Selangor, Fatihah = Pahang, Amalina = Selangor, Masturina = Selangor, Wan = Selangor, dan satu-satunya sahabat kelantan yang join group kiteorg ni, Amalina (amal).

Dalam tempoh perkenalan dengan "dunia baru" ni, ALLAH telah takdirkan diri ini berkenalan dengan seorang insan yang amat disayangi bernama Nur Fareeha Aisha. Episod ukhuwah kami pada mulanya agak suram dan dingin. Mungkin disebabkan kekangan masa dan berlainan kelas menyebabkan kami agak sukar berjumpa dan berhubung.


Nur Fareeha Aisha..sayang kamo0!!


Che a,gelaran yang kami bagi kpd tuan empunya diri ni. Mcm mn boleh jdi che a pon saya tak tau. Tapi bila direnung balik,agak mesra juga panggilan tu. Orang dia nmpak rileks je,tp kalau dapat arahan dari cikgu siti (guru penasihat PRS) mula jadi kelam kabut. Masa tu,che a tak akan perasan orang lain, khusyuk dgn kerja dia. Insan ini juga mengajar saya erti persahabatan. Syukran sebab dah banyak mengajar erti persahabatan keranaNYA. Terima kasih kerana masih yakin dgn nilai cinta dan sayang dari sahabatmu yang dhaif ini.

Form 2, saya dilantik sebagai naibah (penolong ketua kelas). Raidah saya, Norshahirah Shamsuddin. Mula-mula susah jugak nak rapat sebab tak kenal sangat walaupun tahun lepas dh sekelas. Tengok je muka shahirah ni terus rs takut sebab tuan empunya diri ni,susah skit nak senyum (masa tu,jgn marah sha..hehe). Dalam hati,terbayang-bayang perwatakan cik raidah ni. Dah start fikir mcm mn nak berkomunikasi dan nak rapat. Nak tak nak kena juga berbaik dan rapat. Akhirnya Alhamdulillah, ALLAH permudahkan segala urusan.

Saya cuba jadi naibah terbaik untuk sha. Walaupun kami diuji dengan pelbagai kerenah sahabat-sahabat sekelas tetapi ujian ini lah yang menjadi asbab kepada keakraban hubungan kami.


Norshahirah bt Shamsuddin. Pembantu peribadi..hehehe
  Pesanan insan ini masih terpahat dihati, "Fiqah,don't give up.. Cikgu buat mcm tu sbb cikgu nak suruh kita usaha."Kata-kata yang nmpak biasa pada pndangan orang lain tapi betul-betul meresap ke hati. Thanks sha. Dengan kata-katamu ini, aku bangkit dari jatuh. Selamat berjuang di bumi Darul Quran.

Bila dah mature sikit,naik form 3 mula terlibat dengan pelbagai program dakwah dan kepimpinan sekolah. Disini, diri ini belajar apa itu dakwah, apa itu tarbiyah. Belajar apa itu kepimpinan, diajar mentadbir dan ditadbir. Terlalu manis. Terlalu sukar untuk dilupakan detik-detik indah saat ini.

Kak-kak senior mula beri kepercayaaan untuk menghandle program-program dakwah dan tarbiyah sekolah. Terasa begitu kerdil diri. Masih banyak perkara yang perlu diri ini selongkar,belajar dan menghayati. "Untuk menyentuh hati-hati para mad'u, kita perlu menggerakan hati kita kepada Sang Pencipta dahulu."Pesan seorang kak senior.

Berada dalam biah solehah, serasa begitu mudah diri mengikut rentak sahabat-sahabat yang terlebih awal mendahului diri ini mengenal erti perjuangan.



Wan Aina Mardhiyah...Pembangkit semangatku!!!


Nur Arifah..Kata-kata dan senyuman yang sering buat diri rindu...


Qanitah..Kekuatan ku padanya!!!

 Aina ( mek na), ketenangannya sering buat diri ini tenang. Trademark yang tak pernah dilupakan setiap kali ujian atau masalah menjenguk kami "takdok gapow2,insyallah ALLAH mmudoh blako. Kito pakak2 doa". Sahabat kerana kamu, aku berdiri bertulangkan kekuatan ukhuwah yang sering kau tiupkan dlm diri ini. Sering keyakinan ku goyah terhdp ukhuwah fillah, kau hadir bersama kekuatan rohmu dan berkata, "segalanya datang untuk menguji keutuhan ukhuwah kita,yakin dengan hati insan yang fiqah sayang juga amat menyayangi fiqah."

Arifah (che pah), terlalu humble. Tak suka menyusahkan orang. Setiap kali che pah bersuara, senyuman pasti tak lekang dari bibir. =) . Che pah seorang yang amat komit dgn tugas yang diberikan. Usrah sekolah juga dihandle insan cute ni. Hari rabu, kami maklum. Arifah tak kan buat kerja lain melainkan kerja-kerja usrah. Saya sebagai ajk usrah, membantu sekadar mampu. Tapi setiap kali nak tolong, Che pah mesti ckp " Fiqah boleh buat ke? takpe la,biar saya buat. Fiqah kan tak sihat".Jawapan saya yang pasti, " Che pah tengok saya ni tak sihat ke? Saya boleh buat la."Rindu nak gaduh dengan awak che pah. Ikatan kita sentiasa tersemat kemas dlm hati ni.

Si kembar Hazamin In-Team ni pula, memang pemurah dengan senyuman. Saya amat menyayangi Qanitah. Perkenalan ketika ting.1 masih tersisa. Ikatan yang agak dingin ketika ting1 dahulu, telah kami hangatkan dengan "menyambung" sinetron ukhuwah kami dengan lebih rapat menjelang umur kami 16 tahun. Bersahabat dengan tuan empunya nama yang unik ini, sesuatu yang amat berharga. Qani, setiap kali air mata Qani jatuh,setiap kali itu juga hati ini terluka. Mahu saja diri ini menggantikan tempat mu,tetapi perancangan ALLAH lebih baik. Dipilih dirimu untuk diuji dengan ujian yang tidak kami lalui. Dipilih dirimu untuk menghadapi kesulitan sementara yang diselit kemanisan yang tiada tara. Moga hubungan ini kekal hingga ke syurga.

Selama ini, saya hanya mengikut arahan ajk-ajk program yang telah disediakan. Tetapi kali ini, saya yang perlu merangka modul-modul pengisian program, memikirkan keadaan anak buah, mencuba pelbagai cara terbaik untuk mengajak mereka bersama "iqamatuddin wasiasatu ma'ahad bih"... Aduh!!! terasa berat beban amanah yang di lemparkan. Disaat air mata menemani,datang insan-insan yang sudi menghapus sisa-sisa titisan ini. Walau hanya kata-kata,namun ia cukup membantu diri ini bangkit membina kekuatan diri kembali.

Bersambung...

Wednesday, May 11, 2011

10 Musawwafat Tarbiyah

Muslim yang ingin mempersiapkan diri dalam perjuangan Islam perlu memperbaiki dirinya agar sentiasa terkehadapan daripada manusia lain. Risalah Islam yang syumul ini hendaklah difahami dengan membentuk diri yang syumul juga. Maka hendaklah diteliti di sini tentang aspek-aspek seorang da’ie Muslim dalam rangkanya untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna. Sifat-sifat yang perlu ada pada diri ialah: 

1) Kuat tubuh badan (Qawiyyal Jism)
 
Dakwah adalah berat pada tanggungjawab dan tugasnya, maka di sini perlunya seorang da’ie itu tubuh badan yang sihat dan kuat. Rasulullah saw menitikberatkan soal ini, sabdanya: 

  "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dikasihi Allah dari mukmin yang lemah,  tetapi pada keduanya ada kebaikan."   

Kita juga hendaklah sentiasa memeriksa kesihatan diri, mengamalkan riadah dan tidak memakan atau minum suatu yang boleh dan diketahui merosakkan badan.
 
2) Akhlak yang mantap (Matinul Khuluq)
 
Akhlak kita ialah Al-Quran dan ianya terserlah pada diri Nabi saw. Telah dijelaskan beberapa unsur oleh Imam Al-Banna dalam kewajipan seorang da’ie iaitu bersifat sensitif, tawadhu’, benar dalam perkataan dan perbuatannya, tegas, menunaikan janji, berani, serius, menjauhi teman buruk dan lain-lain.
 
3) Fikiran yang berpengetahuan (Mutsaqqafal Fikri)
 
Seorang da’ie perlu berpengetahuan tentang Islam dan maklumat am supaya mampu menceritakan kepada orang lain perihalnya di samping perlu bersumberkan kepada Al-Quran dan Hadis serta ulama’ yang thiqah. 

Pesan Imam Banna:  

"Perlu boleh membaca dengan baik, mempunyai perpustakaan sendiri dan cuba menjadi pakar dalam bidang yang diceburi."
Selain itu, seorang da’ie perlu mampu membaca Al-Quran dengan baik, tadabbur, sentiasa mempelajari sirah, kisah salaf dan kaedah serta rahsia hukum yang penting. 

4) Mampu berusaha (Qadiran ala Kasbi)
 
Seorang da’ie walaupun kaya, perlu bekerja. Dia juga tidak boleh terlalu mengejar jawatan dalam kerajaan. Dalam keadaan tertentu, meletakkan jawatan dan meninggalkan tempat kerja mengikut keperluan dakwah lebih utama dari gaji dan pendapatan yang diterima. Selain itu, dia hendaklah sentiasa melakukan setiap kerja dengan betul dan sebaiknya (ihsan). Dalam soal kewangan, menjauhi riba dalam semua lapangan, menyimpan untuk waktu kesempitan, menjauhi segala bentuk kemewahan apatah lagi pembaziran dan memastikan setiap sen yang dibelanja tidak jatuh ke tangan bukan Islam adalah beberapa perkara penting yang perlu dititikberatkan dalam kehidupan.
 
5) Akidah yang sejahtera (Salimul Aqidah)
 
Seorang da’ie semestinya redha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir. Sentiasalah muraqabah kepada Allah dan mengingati akhirat, memperbanyakkan nawafil dan zikir. Di samping itu, jangan dilupakan tugas menjaga kebersihan hati, bertaubat, istighfar, menjauhi dosa dan syubhat.

6) Ibadah yang betul (Sahihul Ibadah) 

Seorang da’ie perlu melakukan ibadat yang meninggikan roh dan jiwanya, perlu belajar untuk membetulkan amalannya dan mengetahui halal dan haram dan tidak melampau atau berkurang (pertengahan) atau dengan kata lainnya bersederhana dalam setiap urusan dalam kehidupannya.
 
7) Mampu melawan nafsu (Mujahadah ala Nafsi)
 
Seorang da’ie perlu mempunyai azam yang kuat untuk melawan kehendak nafsunya dan mengikut kehendak Islam di samping tidak menghiraukan apa orang lain kata dalam mempraktikkan Islam yang sebenarnya. Perlulah diingatkan bahawa dai'e mungkin melalui suasana sukar yang tidak akan dapat dihadapi oleh orang yang tidak biasa dengan kesusahan.

8) Menjaga waktu (Haarithun ala Waqtihi)
 
Sentiasa beringat bahawa waktu, nilainya lebih mahal dari emas, waktu adalah kehidupan yang tidak akan kembali semula. Mengimbau kembali sejarah di zaman dahulu, para sahabat sentiasa berdoa agar diberkati waktu yang ada pada mereka.
 
9) Tersusun dalam urusan (Munazzamun fi syu’unihi)
 
Untuk manfaatkan waktu dengan baik, maka timbulnya keperluan kepada penyusunan dalam segala urusan. Gunakanlah segala masa dan tenaga tersusun untuk manfaat Islam dan dakwah.


10) Berguna untuk orang lain. (Nafi’un li ghairihi)
 
Da'ie umpama lilin yang membakar diri untuk menyuluh jalan orang lain. Da'ie adalah penggerak kepada dakwah dan Islam. Masa depan Islam, hidup dan terkuburnya Islam bergantung kepada da’ie. Amal Islam seorang da’ie ialah untuk menyelamatkan orang lain daripada kesesatan. Da'ie akan sentiasa merasa gembira bila dapat membantu orang lain. Paling indah dalam hidupnya ialah bila dapat mengajak seorang manusia ke jalan Allah.